Banner
info sekolah terbuka
Statistik

Total Hits : 1760229
Pengunjung : 304695
Hari ini : 25
Hits hari ini : 84
Member Online : 0
IP : 3.90.108.129
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

root23it    alanrm82
Agenda
21 June 2019
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6

SISWA SEBAGAI PEMBINA UPACARA SETIAP HARI SENIN

Tanggal : 10/17/2016, 12:27:40, dibaca 1106 kali.

Membangun mental siswa untuk calon pemimpin masa depan
melalui “kesempatan Membina Upacara tiap hari senin”


Bandung, 17 Oktober 2016, Memang sangat jarang dilakukan oleh sekolah, karena mungkin sekolah ragu-ragu atau mungkin pula memang tak berniat , tidak berani mengembangkan bakat-bakat kepemimpinan siswa melalui orasi, pidato , pembina upacara di sekolah. Sepanjang pengamatan penulis siswa yang diberi kesempatan untuk melakukan pidato atau orasi dihadapan seluruh siswa sekolah, dihadapan seluruh guru-guru hanyalah mereka yang menjadi ketua OSIS atau yang mewakilinya, dan tentu saja ini adalah baik.Tapi  akan lebih baik jika kesempatan berorasi, berpidato atau tampil di depan massa yang lebih banyak seperti di depan seluruh para siswa ,didepan guru-guru minimal seperti pada upacara hari senin dialami juga oleh para siswa yang lainnya, yang memiliki bakat pidato atau orasi.


Menjadi ketua OSIS hanyalah sebuah kesempatan untuk memimpin bagi satu orang saja, tetapi menjadi pembina upacara merupakan peluang besar bagi siswa-siswa yang memiliki bakat-bakat tersebut untuk mengeksplorasi dan menguji potensi dan gaya kepemimpinannya dihadapan teman-temannya dan dihadapan guru-gurunya. Hal ini merupakan layanan sekolah secara tidak langsung dalam mengakomodir siswa-siswa yang memiliki potensi dan berbakat dalam bidang orasi atau pidato.


Memang sekolah butuh keberanian, kemauan dan kepercayaan pada siswa yang dijadikan pembina upacara, karena upacara hari senin, merupakan kegiatan resmi dan serius dalam persekolahan, jadi dalam pelaksanaannya harus mengikuti aturan-aturan yang berlaku.Kemungkinan yang ditakutkan sekolah adalah jika siswa yang jadi pembina upacara itu tidak serius dalam menyampaikan materi pidatonya, atau performancenya yang menjadi bahan tertawa peserta upacara. Tapi di SMAN 4 Bandung kekhawtiran tersebut semua  tertepis, karena ternyata setiap kelas yang kebagian bertugas mengelola upacara tersebut, akan menyiapkan temannya untuk calon pembina upacaranya yang betul-betul berbakat dalam berpidato dan keseriusan menjaga nama baik kelasnya dan dirinya sendiri.Jadi di SMAN 4 Bandung dalam pelaksanaan upacara hari senin itu peserta dan pembina upacaranya satu paket dari siswa, oleh siswa dan untuk siswa.


Dari hasil pengamatan penulis , pelaksanaan kegiatan upacara dengan pembina upacara dari siswa, tampak kemampuan para siswa dalam berpidato luar biasa, banyak dari mereka   yang melampaui kemampuan gurunya sendiri, dan membuat kita terpukau, terpesona akan wawasan, keberanian menyampaikan kritik sosial dan gaya bicara siswa yang menjadi pembina upacara tersebut....inilah hal yang bisa terungkap dari kegiatan tersebut..kita perlu angkat topi ,   kagum dan tentu ini akan menyadarkan kita bahwa kita sebagai guru tidak boleh memandang sebelah mata potensi-potensi yang ada pada siswa, terutama potensi yang tak terlihat dalam kegiatan sehari-hari sebab ternyata sebagian  mereka memiliki kemampuan yang tersembunyi dalam hal-hal tertentu, yang bila kita beri kesempatan memunculkannya akan menjadi motivasi bagi siswa itu sendiri..apa lagi setelah selesai upacara diberi salam oleh kepala sekolah dan para gurunya..Subhanallah...


Dapat dibayangkan seandainya siswa-siswa kita memiliki kemampuan dibidang akademik ditambah kemampuan-kemampuan yang lainnya, , dan terakomodir, terasah karena diberi kesempatan dalam proses belajar mengajar , maka insya Allah sekolah  kelak akan menghasilkan-para siswa yang multitalenta yang bisa bermanfaat bagi masa depan siswa tersebut. Inilah sebuah pembelajaran yang jarang dilakukan sekolah di kota Bandung...semoga bermanfaat...semoga menjadi inspirasi.(bERITA PAKAR)(lihat Galeri foto).

Berikut isi pidatonya :


Assalamu’alaikum  warahmatullahi  wabarakatuh


 Selamat  Pagi  Rekan  dan  Para  Bapa  Ibu Guru,


 Dalam  Rasa  Hormat  saya  kepada  Bapa  Kepala,  beserta  para  jajaran.


 Juga  kepada  para  pengajar  dan  staf  karyawan  SMAN  4  Bandung.


 Saya  ucapkan  terima  kasih,  terlebih  kepada  petugas  dan  rekan  semua  yang  pada  hari  ini  melangsungkan  upacara  dengan  baik.Semoga  di  awal  pekan  yang  penuh  kehangatan  ini,  kita  diberikan  kesehatan  selalu  dan  kemampuan  untuk  menjalani  aktivitas  sehari  –  hari  kita. Tak  lupa,  mari  kita  panjatkan  pujian  syukur  pada  Tuhan  Yang  Esa.  Yang  karena  atas  rahmat-Nya  kita  bisa  berdiri  pagi  ini,  pada  kaki  kita  sendiri,  di  sini,  di  tanah  kita,  yang  merdeka.


  Sahabatku!


 Pada  kesempatan  ini,  saya  ingin  membahas  suatu  topik  yang  tidak  pernah  kita    bicarakan  dalam  forum  ini  sebelumnya.  Saya  ingin  mengangkat  fakta  tentang  apa  yang  kita  saksikan  di  kehidupan  kita  sehari  –  hari.  Dan  mari  kita  cermati  baik  pelajaran kehidupan  ini.


 Saudara  –  Saudara  sekalian!


 Kita  semua  tahu,  belakangan  ini  negara  kita  selalu  berbenturan  dengan  masalah  –  masalah  sosial.  Tindakan  asusila,  bullying,  penistaan  agama,  dan  tindakan  –  tindakan  tidak  bermoral  lainnya,  hampir  tidak  pernah  absen  dari  berita  sehari  –  hari.  Masih  ingat  di  benak  kita,  seorang  gadis  baik  rupanya  menghebohkan  netizen  hanya  karena  membuat  sebuah  lagu  yang  bagi  kebanyakan  orang  tidaklah  baik.  Jika  kita  lebih  teliti  dalam,  kita  tahu  sebuah  lagu  menuangkan  isi  hati  seseorang,  dan  dia  nampaknya  menceritakan  kisah  hidupnya  ketika  ia  dinilai  oleh  orang  lain  sebagai  anak  nakal  yang  penuh  dosa.  Orang  –  orang  beranggapan  bahwa  dia  adalah  gadis  yang  merusak  moral  bangsa,  siapa  salah? Yang  salah  adalah  orang  baik. 


 Pepatah  bijak  mengatakan  “Suatu  peradaban  hancur  ketika  orang  baik  diam”.  Dari  sini  kita  perlu  mengambil  pelajaran  bahwa,  kita  ini  manusia  yang  ditempatkan  di  dunia  dengan  penuh  dosa  dan  kesalahan.  Dan  tugas  kita  disini  adalah  saling  mengingatkan  supaya  satu  sama  lain  tidak  melakukan  kesalahan.  Kita  disini  bukan  untuk  menjadi  penghakim,  apalagi  main  hakim  sendiri,  kita  disini  adalah  para  saudara  yang  menginginkan  dunia  lebih  baik.


 Saudara  –  saudara  sekalian!


 Kita  juga  ingat  sepekan  yang  lalu  seorang  kepala  daerah  yang  membawa  isu  SARA  ke  dalam  kampanyenya.  Padahal  kita  tahu,  negara  kita  merupakan  negeara  multikultural  yang  terdiri  atas  banyak  ras,  suku  bangsa,  dan  agama.  Tapi  lagi  –  lagi  masyarakat  heboh  dan  terjadi  pertentangan  buta  di  antara  masyarakat  itu  sendiri.


 Tidakkah  kita  perhatikan?


 Isu  –  isu  sosial  seperti  ini  mungkin  hanyalah  isu  yang  dianggap  sepele.  Namun,  tanpa  disadari  hal  ini  dapat  menimbulkan  perpecahan  di  antara  kita. Jika  kita  napak  tilasi  sejarah,  kita  tahu  bagaimana  kesenjangan  sosial  dapat  merubah  tatanan  perilaku  masyarakat  bahkan  pemerintahan.  Ya,  kita  tahu  revolusi  perancis,  revolusi  oktober,  dan  revolusi  –  revolusi  lainnnya  hanya  terjadi  ketika  permasalahan  sosial  sudah  tidak  dapat  diatasi  lagi.  Dan  mereka  menginginkan  sebuah  masyarakat  yang  teratur,  rukun,  dan  tanpa  permasalahan  sosial,  sosial  di  atas  segalanya,  sehingga  mereka  menyebutnya,  SOSIALISME.  Apakah  langkah  ini  benar?  Tidak  sepenuhnya  sodara  sekalian!  Cara  –  cara  kekerasan  dalam  perubahan  sosial  masyarakat  bukanlah  cara  yang  baik,  karena  dalam  kekerasan  ada  aturan  :  “Yang  menang  berkuasa,  yang  kalah  dikuasa”.


  Lalu  bagaimana  cara  kita  menghadapi  isu  –  isu  sosial  seperti  ini?  Karena  kita  tidak  menginginkan  negara  kita  menjadi  negara  sosialis.


 Hadirin,  mari  kita  perhatikan  kembali  sejarah  kita.


 Jika  kita  ingat,  pada  bulan  ini  ada  2  momentum  bersejarah  bagi  bangsa  kita.  1  Oktober  dan  28  Oktober.


 1  Oktober  menjadi  saksi  buta  ketika  sang  pancasila  tegak  berdiri  melawan  kekuatan  musuh  –  musuhnya.  Dan  28  Oktober  menjadi  saksi  bisu  ketika  para  mudi  muda  nusantara  bergabung  untuk  meperjuangkan  tanah  airnya.  Bagaimana  cara  mereka  menghadapi  tekanan  musuh  dan  para  penjajah?  Jawabannya  hanya  satu,  Persatuan!  Kita  seringkali  lupa,  bahwa  negara  kita  adalah  negara  kesatuan.  Kita  tidaklah  merdeka  jika  kita  tidak  bersatu.  Dan  kita  tidaklah  menjadi  sejahtera  jika  kita  tidak  bersatu.  Sudah  saatnya  kita  memperhatikan  persatuan,  karena  ini  cara  yang  terbaik  untuk  bersama  –  sama  merubah  bangsa  ini. 


 10  –  20  tahun  ke  depan  kitalah  yang  akan  memegang  kunci  –  kunci  bangsa  ini.  Tapi  jika  kita  hari  ini  masih  berfikir  kita  hanya  belajar  untuk  bekerja  untuk  diri  sendiri,  lebih  baik  ganti  seragam  kita  dengan  kafan.  Negara  ini  tidak  membutuhkan  individual  yang  egois,  yang  ujung  –  ujungnya  hanya  akan  menghakimi  orang  lain.  Tapi  negara  ini  membutuhkan  orang  –  orang  yang  mau  saling  merangkul  dan  mengajak  orang  lain  pada  kebenaran  dan  kebaikan. Jika  kita  hari  ini  masih  memikirkan  diri  sendiri,  masih  tidak  peduli  terhadap  orang  lain.  Perhatikan,  betapa  mudahnya  negara  kita  di  pecah  belah  hanya  karena  isu  –  isu  sepele  seperti  contoh  tadi.  Dan  persatuan  yang  saya  maksud  bukan  membentuk  geng  –  geng  atau  komunitas  tertentu  untuk  merasa  ada  di  masyarakat.  Tapi  persatuan  adalah  bagaimana  kita  bisa  menghargai  orang  lain, bagaimana  empati  kita, kita  berfikir  jika  diri  kita  diposisi  orang  lain.  Kita  tidak  bisa  bersatu  jika  kita  dalam  kelompok  masih  berfikiran  “saya  tidak  mau  dengan  dia”,  atau  “saya  mau  dengan  si  anu”  hal  itu  mungkin  sering  kita  temui  dalam  kelas  sehari  –  hari,  tapi  itulah  cikal  bakal  rasa  individualis,  mematikan  rasa  sosial  kita.


 Sebagai  penutup,


 Sebuah  pepatah  mengatakan  : Perang  yang  paling  mudah  tapi  mematikan  bukanlah  maju  sebagai  prajurit  bersenjata,  tetapi  terhadap  pemikiran  yang  bersarang  di  akal  –  akal  manusia.


 Sudah  saatnya  kita  berubah,,Sudah  saatnya  kita  saling  merangkul,  saling  menghargai,


 Sudah  saatnya  kita  bersatu,, Untuk  Indonesia  lebih  baik, Untuk  Dunia  lebih  baik.


 Terima  Kasih


 Wassalamu’alaikum  warahmatullahi  wabarakatuh


 


 


 


 



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas

www.garudacyber.com www.garudacyber.com Trik & Tips Cara Mendaftar Dan Upgrade Akun Google Adsense Non Hosted Agar Cepat DiterimaPasti Langsung Diterima Full Approve | 2017 | http://www.garudacyber.com Trik Google Adsense Non Hosted Agar Cepat Diterima 2017 | http://www.garudacyber.com Tips Google Adsense Non Hosted Agar Cepat Diterima 2017 | http://www.garudacyber.com Cara Daftar Google Adsense Non Hosted Agar Cepat Diterima 2017 | http://www.garudacyber.com Cara Daftar Google Adsense Non Hosted Agar Pasti Diterima 2017 | http://www.garudacyber.com Cara Daftar Google Adsense Non Hosted Full Approve 2017 | http://www.garudacyber.com Garuda Cyber www.maharga.com Harga Hp Samsung 2017 - Harga Samsung 2017 | http://www.maharga.com Harga Hp Samsung 2017 - Harga Samsung 2017 | http://www.maharga.com Harga Hp Samsung 2017 - Harga Samsung 2017 | http://www.maharga.com