Sosialisasi dan Diseminasi Kesiapsiagaan Bencana di SMAN 4 Bandung

BANDUNG, DISDIK JABAR — Mengingat Indonesia menjadi salah satu negara yang rawan terjadi bencana alam maka diperlukan kesadaran dan kesiapsiagaan dari masyarakat, terutama instansi terkait. Termasuk, lembaga pendidikan yang bisa menjadi wadah untuk membangun kesadaran warga sekolah akan bencana.

Seperti yang dilakukan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Kota Bandung yang menggelar Sosialisasi dan Diseminasi Kesiapsiagaan Bencana. Acara ini bertujuan memberikan ilmu pengetahuan kepada guru tentang bagaimana mengatasi bencana alam yang terjadi.

Pembina Organisasi Siswa Intra-Sekolah (OSIS) SMAN 4 Kota Bandung, Nency Syifahayati mengatakan, sebelum menyampaikan informasi tentang bencana alam kepada para siswa, terlebih dahulu para guru yang harus dilatih. “Banyak manfaat yang dapat diambil dalam kegiatan ini. Kita sebagai guru jadi tahu langkah-langkah apa saja yang harus kita siapkan jika menghadapi bencana yang tidak kita duga sebelumnya,” tuturnya saat diwawancarai, Kamis (2/1/2020).

Acara yang berlangsung selama dua hari ini, diisi oleh dua pemateri yang juga guru SMAN 4 Kota Bandung yang telah terlatih dalam pendidikan aman bencana di Jakarta. Mereka adalah Dewi Ramdhani dan Muhamad Dedi. Adapun materi yang disampaikan, yakni kebijakan program satuan pendidikan aman bencana, konsep satuan pendidikan darurat, mengenali risiko bencana di sekolah serta mitigasi sebelum, saat, dan pascabencana.

“Bahkan, kami juga mendapatkan materi soal penyusunan rencana kesiapsiagaan dan prosedur tetap (protap) kedaruratan. Di hari kedua, berkaitan dengan layanan dukungan psikososial, pembelajaran dalam situasi darurat serta praktik pemadaman api menggunakan alat sederhana dan alat pemadam api ringan,” papar Nency.

Salah seorang pemateri, Dewi Ramdhani menyampaikan bahwa guru harus memahami protap tanggap darurat bencana di sekolah. Hal ini sangat bermanfaat, terlebih bisa mengurangi kesalahan dan kelalaian dalam melaksanakan aktivitas penyelamatan. Selain itu, dapat menghindari kemungkinan terjadinya tumpang-tindih atau saling menunggu dalam pelaksanaan aktivitas tanggap darurat.

“Di sini juga, protap kedaruratan sekolah penting untuk mengetahui peta jalur evakuasi, rambu evakuasi, titik kumpul, dan sistem peringatan dini saat bencana alam terjadi,” jelas Dewi.

Materi Sosialisasi dan Diseminasi Kesiapsiagaan Bencana ini akan diberikan kepada siswa usai libur sekolah. Mengingat, siswa memiliki intensitas waktu lebih tinggi di sekolah sehingga edukasi dan mitigasi bencana ini akan lebih efektif dilakukan saat jam pelajaran.***