Festival Ghifari Perkuat Citra SMAN 4 Bandung sebagai Sekolah Religius

BANDUNG, DISDIK JABAR – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Bandung kembali menggelar Festival Ghifari. Dengan mengedepankan nuansa islami, kegiatan tersebut semakin memperkuat citra SMAN 4 Bandung sebagai sekolah religius.

Kepala SMAN 4 Bandung, Andang Segara mengatakan, festival ini merupakan upaya sekolah untuk meningkatkan kegiatan positif, khususnya di bidang keagamaan. Menurutnya, kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya memakmurkan masjid sekolah dengan berbagai perlombaan islami, sekaligus menjaring siswa yang memiliki prestasi di berbagai bidang.

“Maka dari itu, kegiatan ini dinamakan Festival Ghifari, sesuai nama masjid SMAN 4 Bandung,” ungkapnya saat ditemui di sekolah, Jln. Gardujati No. 20, Kota Bandung, Jumat (14/2/2020).

Selain itu, bukan tanpa alasan mengapa kegiatan tersebut dilaksanakan pada pertengahan Februari. Adang mengungkapkan, kegiatan ini untuk menghindari siswanya melakukan hal-hal tidak bermanfaat, seperti merayakan Hari Valentine.

“Bahasa Sundanya, kita ngabebenjokeun. Menghindarkan anak-anak dari hal negatif. Kegiatan ini juga bagian dari pembelajaran dan termasuk pendidikan karakter bagi siswa,” tambahnya.

Andang pun berterima kasih kepada Persatuan Alumni SMAN 4 Bandung yang telah berkontribusi menjadi donatur dalam pelaksanaan festival tahun ini.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Ghifari tahun 2020, Muhammad Fikri Irvansyah menjelaskan, Festival Ghifari ini bertujuan memfasilitasi kemampuan siswa di bidang akademis dan non-akademis, khususnya seputar keagamaan.

Total ada 12 mata lomba yang digelar. Yakni, musabaqah tilawatil Quran, musabaqah hifzil Quran, cerdas cermat Islam, kaligrafi, azan, lomba rangking satu, kreasi busana muslim, cerita islami, dakwah, desain poster dan nasyid serta simulasi pernikahan. Selain itu, diadakan juga ceramah islami yang disampaikan Ustaz Erick Yusuf. 

Menurut Fikri, yang membedakan festival ini dengan festival tahun-tahun sebelumnya, yaitu dilaksanakan khitanan massal yang diikuti 56 anak di wilayah Kecamatan Andir. “Ini merupakan upaya menciptakan generasi sehat dan untuk meringankan beban masyarakat,” pungkasnya.***