Urutan 10, Lulusan SMA Negeri 4 Bandung Banyak Diterima di PTN

BANDUNG, GJ.com – “Knowledge and Character Lead to Your Success”. Itulah motto Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Kota Bandung,” kata Iim Imron Rosyadi yang sejak 10 Juli 2020 memimpin sekolah yang berlokasi di Jl. Gardujati No. 20 Kota Bandung saat mengawali perbincangan dengan majalah “Sekolah JUARA” baru-baru ini.

Iim mengaku dirinya bangga menjadi Kepala SMAN 4, dan merasa sangat senang karena sekolah yang dikelolanya memiliki motto sesuai dengan visi dan misi sekolah, serta dipadukan dengan slogan “Bersahaja”, yakni berilmu, santun, humanis jujur dan agama.

Menurut Iim, melalui motto Knowledge and Character Lead to Your Success ini, SMAN 4 akan lebih fokus lagi terhadap upaya mendongkrak lulusannya bisa lebih banyak masuk ke perguruan tinggi (PT) negeri maupun swasta.

“Alhamdulillah sebanyak 307 lulusan SMAN 4 Bandung tahun ini yang melanjutkan ke perguruan tinggi totalny ada 193 orang. Secara peringkat untuk di tingkat Kota Bandung jalur SMPTN, SMAN 4 menempati peringkat 10 besar. Kita menjadi sekolah yang paling banyak memasukkan siswanya ke perguruan tinggi negeri,” tandas Iim.

Sedangkan untuk jalur SBMPTN, kata Iim, SMAN 4 berada diposisi ke-7 se-Kota Bandung yang lulusannya masuk perguruan tinggi negeri. “Ini adalah sebuah kebanggaan yang luar biasa bagi SMAN 4 Bandung ini. Tentu saja tidak berhenti sampai di sana, kedepanya kita harus meningkatkan kembali agar jalur SMPTN jauh lebih banyak lagi,” harap Iim.

Pada tahun pembelajaran 2020/2021, tambah Iim, dirinya memiliki target lebih untuk jalur SMPTN dan SBMPTN. Jika tahun sebelumnya mematok target 50 persen, maka target tahun berikutnya menjadi 55 persen. “Tahun depan itu harus lebih naik lagi, kita punya target rata-rata perkembanganya 5% setiap tahun,” ujarnya.

Menyinggung program kerja yang akan dilaksanakannya sejak dirinya diamanatkan untuk memimpin SMAN 4 sejak 10 Juli 2020, Iim mengungkapkan, dalam menyusun program kerja tentu secara umum akan berpedoman kepada 8 standar nasioal pendidikan.
“Alhamdulillah SMAN 4 Bandung ini dari dari 8 standar nasional pendidikan (SNP) berdasarkan pemetaan mutu, sudah memenuhi 6 SNP. Tinggal 2 SNP lagi yang belum terpenuhi, yakni standar pendidikan dan sarana,” sebut Iim.

Menurut Iim, terkait sarana karena SMAN 4 terbentur dengan ketersedian lahan, kita tidak bisa lagi membangun karena tidak ada lahan. Paling-paling kalau mau membangun harus ke atas, sehingga bangunannya bisa menjadi 4 lantai.

Untuk mencapai pemenuhan 8 standar nasional pendidikan, jelas Iim, program sekolah ke depan kita memiliki tiga kategori, pertama program prioritas guna mencapai 2 SNP yang belum terealisasi, yakni standar sarana dan standar pendidik. Kedua program Utama yaitu manajemen pembelajaran bagi peserta didik yang lebih bermakna, bagaimana sekolah mampu memfasilitasi kegiatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik bisa belajar kapan saja dan dimana saja dengan menggunakan Sistem Informasi manajemen yang handal apalagi SMAN 4 Bandung saat menggunakan system SKS.

Jadi sangat perlu menyiapkan semua perangkat untuk peserta didik seperti SIM, UKBM (Unit Kegiatan Belajar Mandiri) dan lain-lain. Ketiga program unggulan, itu adalah program-program yang diminati oleh anak-anak. Misalnya, bidang ekstrakulikuler (ekskul) yang memiliki kompetensi dan kontribusi untuk pengembangan sumber daya siswa, baik dari sisi budaya maupun pengetahuan.

Melalui ekskul dan kegiatan lainnya yang bisa memandu anak-anak supaya memiliki kompetensi ke depan yang lebih terarah, tambah Iim, di SMAN 4 ada beberapa kegiatan yang menjadi unggulan seperti program “Pan cake”. Program ini sebagai data base untuk anak-anak yang memiliki potensi di bidang pengetahuan, seperti olimpiade sains nasional (OSN) , data base anak anak yang memiliki kompetensi di bidang olahraga (O2SN), atau memiliki kompetensi di bidang seni budaya melalui FLS2N.

“Jadi kita sudah mempunyai data base mana anak yang memiliki kompetensi di bidang OSN, O2SN dan FLS2N. Nah, ketika ada kompetisi kita tinggal mengirim anak-anak yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing untuk diikutsertakan dalam lomba,” tuturnya.

Sedangkan program yang sudah mencapai SNP, kata Iim, itu namanya program pengembangan dan untuk dikembangkan lebih jauh menuju ke arah yang lebih baik lagi. Misalnya, kita mengembangkan agar siswa SMAN 4 ini ketika lulus harus hafal juz 30.

Dalam penguatan pendidikan karakter, ungkap Iim, di SMAN 4 ada pembiasaan-pembiasaan yang dilakukan siswa setiap paginya, yakni senyum, sapa, salam, sopan dan santun (5S), menyanyikan lagu Indonesia Raya untuk memupuk jiwa nasionalisme siswa, tadarus Al-quran, shalat dhuha berjamaah, tausyiah dan terakhir ada gerakan pungut sampah (GPS). “Itu dilaksanakan ketika kondisi normal,” ucapnya.

Dalam masa pandemi Covid-19, ungkap Iim, kita melaksanakan kegitan belajar mengajar (KBM) secara belajar dari rumah (BDR). Dalam proses BDR ini saja ada beberapa keterbatasan, tetapi untuk penguatan pendidikan karakter kami telah menyampaikan kepada orang tua siswa bahwa BDR pun pembiasaan itu tetap dilaksanakan.

Sebelum proses BDR, menurut Iim, guru-guru di sini melaksanakan kegiatan penguatan karakter, anak anak di rumah disuruh memilih sebelum proses KBM, apakah mau shalat dhuha saja atau tadarus saja, itu dipersilakan. Orang tua siswa di rumah pun harus berpartisipasi untuk mengingatkan anak-anak untuk bisa melakukan kegiatan pembiasaan-pembiasaan yang biasa dilakukan di sekolah.

Untuk program yang lainya, tambah Iim, SMAN 4 memiliki beberapa program kekhasan, di antaranya dalam pengembangan kurikulum, yakni melaksanakan sistem SKS. Sehingga kita dituntut untuk mempersiapkan perangkatnya.

“Salah satu yang sudah kita miliki adalah sistem informasi manajemen, jadi seluruh aktifitas anak akan dihimpun dalam sebuah web tersendiri yang didalamnya ada data base siswa, dan guru, kehadiran, bahan ajar, penilaian dan raport.**

Editor: Rusyandi

Sumber : gorajuara.com